Saturday, September 11, 2010

kesenjangan ekonomi,masih?

wussshhh.... wussshhhh...

badan saya terasa lelah,
mungkin ini hasil dari seharian saya melakukan aktifitas yang super-duper-sibuk

hahaha,sibuk apa?

sibuk duduk selama perjalanan, sibuk texting dengan pacar saya semata-wayang, sibuk rumpi dengan para saudari-saudari saya, sibuk menyantap sajian yang dibuat spesial oleh nenek saya yang merayakan lebaran, sibuk memandangi pemandangan diluar mobil, sibuk..........banyak deh!

lebaran? YA!! HARI INI, HARI INI LHO, HARI LEBARAN DI INDONESIA!

ya,seperti yang terjadi biasanya lah di Indonesia..

rutinitas mudik lebaran yang katanya disebut sebagai tradisi,bersalam-salaman atau biasa disebut sebagai ngider pada hari lebaran, mengantar makanan ke rumah tetangga, etcetera. 

lucky me, every 'lebaran' i've never miss those things,such as 'ngider' and 'makan ketupat'

"tapi kan elo gak puasa........"

well,memang saya tidak puasa karena saya tidak memeluk kepercayaan tersebut. tapi karena sudah dianggap tradisi maka mau tidak mau harus dijalankan juga,walaupun sebenarnya karena faktor tidak enak dan ada salam tempel terkadang....hehehe

oke oke oke.

rute hari ini mungkin bisa saya jelaskan dalam skema sangat simple seperti dibawah ini:

Rumah ---> Cimone ---> Tambun ---> Cililitan ---> Rumah

tampaknya akan sangat membosankan apaila saya jelaskan secara detail mengenai skema aneh ini,ah,yang penting sudah saya ceritakan toh?

banyak input kedalam otak saya hari ini. mulai dari pengalaman orang lain,inspirasi,sampai bertemu dengan saudara jauh yang selama 18 tahun ini baru saya temui hari ini.
membuat kesan heran di dalam benak saya,mengapa saudara saya banyak sekali...?

sebenarnya,
ada hal yang ingin saya soroti dari kesan lebaran itu sendiri. Silahturahmi.
sehubungan dengan itu, ada satu pepatah jawa yang saya pernah dengar dari guru sosiologi saya sewaktu SMA:

"mangan ora mangan sing penting kumpul"

perlu terjemahan? mungkin belum tersedia bahasa jawa di situs penerjermah yang populer itu,tapi baiklah akan saya terjermahkan.

artiya kira-kira begini:

"makan atau tidak yang penting berkumpul"

dirasa ada yang aneh kah pada pemaknaan kalimat tersebut? jika ya,berarti anda termasuk yang memiliki pola pikir masa kini  dan cenderung tidak terikat pada norma kedaerahan tersebut.

hm, mungkin hal itulah yang mendasari orang-orang yang dengan rela menumpang mobil pick up di siang hari yang terik dengan hanya diatapi spanduk bekas suatu produk yang diikatkan pada ujung-ujung bagasi mobil itu.

ironis.

di jalan-jalan tol saya lihat ada mobil mewah yang hanya berisi 1 orang,padahal kapasitasnya besar.
yah,kesenjangan sosial memang terjadi dimana-mana. bukan suatu hal yang aneh di kota besar seperti Jakarta.

ada lagi pemandangan tidak sedap lainnya yang saya temui di jalan.
banyak nya jumlah kendaraan bermotor roda 2!

sore itu posisi saya berada di bilangan jakarta timur. on the way ke rumah kerabat papa saya.

apa yang saya lihat?

kira-kira 70% jalan itu didominasi oleh sepeda motor. sisanya dipadati oleh mobil dan rambu lalu lintas.
dan menurut perkiraan,juga, 50% motor tersebut ditumpangi lebih dari kapasitas standard nya,yaitu 2 orang.

sepanjang jalan saya cermati.
banyak sekali orangtua yang membawa bayi dan anak-anak mereka dalam kondisi macet seperti itu.
belum lagi panas dan polusi, debu dan kotoran yang siap mengotori wajah lembut para bayi lucu namun malang itu.

ada bahkan,sepasang suami istri, mempunyai 3 orang anak yang rata2 balita dan 1 orang bayi.
Jeez! apa yang ada dibenak mereka sehingga tega sekali membawa serta anaknya dengan keadaan seperti itu?
ini Jakarta! banyak transportasi umum yang lebih aman dibanding seperi itu.
orang tua apa itu? egois?

yaaaa...
saya hanya menilainya dari luar saja,siapa yang tahu keadaan ekonomi mereka seperti apa?
tapi setidaknya membiarkan si kecil tetap aman dan nyaman dalam perjalanan adalah sebuah hal yang patut diperhatikan.

hahaha...
sekarang saya mulai paham,mengapa ruang tunggu dokter anak dan dokter umum,biasanya, terjadi antrian panjang setelah libur lebaran.

hmmm....
readers,sepertinya saya harus tidur sekarang juga. bulu mata rasanya begitu lekat satu sama lain, atas dan bawah,seperti saling mengikat. kelopak mata saya sudah mulai kepayahan membuka mata, otot mata saya perlu istirahat,mungkin.


good night,

tasya

No comments:

Post a Comment