selalu terakhir.
tidak ada penyesalan yang datangnya di awal.
semoga, tidak ada kata "terlambat" untuk sebuah maaf.
hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan dan sedikit membuat otak saya bekerja keras ketika sebagian besar masyarakat di Indonesia sedang menikmati liburannya dan membiarkan otaknya bernafas lega sejenak.
well, saya sih tidak keberatan dengan hal itu. namun yang agak memberatkan hati saya adalah ketika saya terpaksa disibukkan dengan kegiatan yang ada hari ini,sehingga komunikasi saya dengan "si dia" menjadi sedikit renggang.
semua berawal dari kemarin malam, ketika di tengah malam saya terbangun karena listrik di rumah secara mendadak mati. berkali-kali saya mencoba menaikkan MCB,itu lho yang buat listrik-listrik itu dan ajaibnya sudah berkali kali tetap saja tidak bisa.
bla bla bla..................................................................................
singkat cerita, hari ini saya bersama dengan ayah saya berusaha untuk memperbaiki kerusakan tersebut,yang hampir saja bisa mengancam tempat tinggal kami.
dari pukul 12 siang,kira-kira,berlanjut hingga pukul 10.30 malam. bisa terhitung jumlah nya berapa banyak pesan singkat yang saya kirimkan kepada "si dia". sampai akhirnya ia tidak membalas sms saya lagi,yaaa...mungkin sudah tidur...mungkin.
mungkin diantara anda ada yang menggerutu:
"ih,lebay (berlebihan) banget sih lo.. gitu aja kok nyesel"
" ya ampun,please deh ya.. penting gitu ya sms? yang penting kan komunikasi"
"pasangan baru kali ya?"
dsb.
hmmm....oke, jika memang ada yang begitu, saya bisa memberikan alasannya untuk setiap gerutuan anda,
gerutuan pertama: "ih,lebay (berlebihan) banget sih lo.. gitu aja kok nyesel"
menurut saya, komunikasi yang baik merupakan modal utama bagi setiap pasangan untuk melancarkan modal yang lain, such as pengertian,perhatian,saling menghormati satu sama lain,dsb. bayangkan saja jika semuanya tidak di komunikasikan, sama sekali atau hanya separuh-separuh, atau bahkan seperempatnya tidak ada. bagaimana pasangan bisa mengerti apa yang kita inginkan? then don't ever try to blame him, if you feel disappoint by what he did to you.
komunikasi yang baik dengan "si dia" bagi saya tidak lebih dari memupuk kepercayaan dia terhadap saya, sebagai pasangannya.
gerutuan kedua: " ya ampun,please deh ya.. penting gitu ya sms? yang penting kan komunikasi"
mau tau apa jawaban saya? yang akan saya katakan adalah "ya penting lah,SMS isinya kan informasi. informasi itu merupakan isi dari komunikasi,lho" seperti yang sudah sampaikan sebelumnya, komunikasi itu PENTING.
gerutuan ketiga: "pasangan baru kali ya?"
yaaaaa... dibilang baru sekaliiiii juga bukan, tapi dibilang lama juga bukan. sekian bulan yang saya lewati bersama dengan "si dia" sudah cukup membuat saya dekat dengan satu sama lain. usia yang berpaut 5 tahun ternyata tidak membuat saya minder menjalani hubungan,dengan yang senior dari saya. justru,ii merupakan suatu titik balik saya,menjadi saya yang lebih dewasa dan matang,bukan berarti saya diumpamakan buah yang sekarang ini masih masam...bukan itu maksud saya.
***
berharap "si dia" tidak marah.
berharap saya tidak larut dalam penyesalan yang membuat saya menitikkan air mata.
berharap ia memaafkan saya.
berharap ia mengerti yang terjadi sebenarnya.
semoga besok pagi saya terbangun karena suara cerianya,
di latar belakangi dengan alunan cinta nya, seperti biasanya.
sama seperti ketika mentari pagi muncul di ufuk timur,
membawa kehangatan setelah semalaman dikelilingi angin malam yang dingin dan menusuk tubuh,
hingga kedalam tulang pun terasa.
***
"minyu minta maaf yaa,pinya? u must be wondering about what i've done. but, i don't mind if u ask me to swear in anything. because i don't tell u lies. i give u guarantee, if u feel a swear to God isn't enough yet.. i will give u my life."
-this is real, this is love-
i just can't close my eyes to sleep. i miss u like a dog miss the bones.
xoxoxo
love u as always,Pinya
muah
muah
No comments:
Post a Comment