Thanks God,Thanks..
Dia menjawab doa saya di gereja tadi,ternyata..
Dia tidak berkata-kata dengan nada suaranya Nya yang menggelegar-gelegar,seperti yang di Kitab Suci katakan. tetapi sepertinya, Ia mengutus seseorang yang mampu mengetuk pintu hati saya,yang begitu dingin dan keras,seperti baja hitam yang tebal dan dingin.
ya.
seperti yang sudah saya katakan di paragraf sebelumnya,malam ini sekali lagi Ia membentuk hidup saya dengan ketukan yang sedikit menusuk batin saya dan terasa panas pada awalnya.
bukan.
bukan dalam arti mengetuk yang sebenarnya. jangan pernah dibayangkan tubuh saya diketuk oleh sesuatu yang tajam dan memiliki suhu yang panas,bukan itu yang saya maksudkan.
seseorang yang cukup dekat dengan saya,lagi-lagi.
ia mencoba untuk mengajarkan saya bagaimana agar hidup saya ini lebih baik. mungkin,yang dapat saya simpulkan adalah ia mencoba bagaimana supaya saya di masa depan tidak berantakan hidupnya.
jika anda berkata, "oh,how epic." yang saya jawab adalah "yup,he's the one who can make me cry,without knowing the reason why i cry"
***akhirnya dia mengetahui apa yang terjadi pada saya di masa lampau. saya memiliki kecenderungan untuk berbuat yang neko-neko (aneh-aneh,diluar kebiasaan pada umumnya). lebih specific lagi adalah ketika saya sedang marah. yaaa...... itu kan dulu,sekarang, saya boro-boro mau marah. yang ada saya justru nangis karena tidak mampu untuk menahan emosi yang ada.
itu membuatnya takut apabila suatu hari saya akan menyakiti ibunya. sebenarnya hal itu memang mustahil,mengingat bahwa saya menganggap ibunya sebagai ibu kedua saya. seumur-umur,mana pernah saya menyakiti orang yang saya sayangi..
intinya,dia sangat berharap apabila saya bisa merubah sikap saya yang jelek itu.
***
lalu kembali lagi pada sifat saya yang suka menahan emosi dengan menangis. menurut ia itu adalah sebuah tindakan yang cengeng dan cenderung mengarah pada sifat manja.
lalu ia mengambil sebuah kasus yang menurut ia adalah pelajaran yang berharga untuk saya.
mungkin ya,tapi saya tidak terlalu suka dengan pelajarannya. habis, "model" yang dipakai tidak saya sukai,mantannya.
"biar saja lah" kata saya dalam hati,toh yang penting materi yang ia sampaikan,bukan siapa modelnya dalam kasus itu!
ia hanya ingin bercerita bahwa sebenarnya semua orang bisa berubah,mulai dari dirinya sendiri. "orang lain hanya menjadi fasilitator",katanya.
satu hal yang saya bisa ambil kesimpulan adalah, "if u have a will,there's a way"
dia mengamini bahwa saya PASTI bisa berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
apa yang lebih baik?
itu pertanyaan renungan untuk saya, yang mungkin akan saya renungkan sampai mata saya bisa terpejam dan bisa terlelap sampai besok pagi. anyway,ini sudah pagi lho..
***
banyak hal yang dapat saya ambil positifnya selama saya menganal dia. orang yang selama ini bisa saya anggap sebagai "guardian angel" saya.
mengapa?
dia selalu mengingatkan saya ketika saya mulai keluar dari jalur semestinya, dialah yag sanggup mengubah paradigma saya tentang apa itu dewasa, tidak hanya tentang pola pikir, namun juga bagaimana mengendalikan emosi akibat tekanan dari luar.
bersyukur sekali saya memiliki orang spesial seperti dia.
kebanyakan orang berfikir demikian:
"ngapain loe,istrinya juga bukan. mau aja disuruh-suruh ngerubah kepriadian loe. ihh,kalo gue sih ogah. kalo emang gak bisa terima gue apa adanya ya gak usah lah sama gue. cari aja yang lain. gue juga mau cari yang lain, yang bisa nerima gue apa adanya"
saya bukan dibutakan oleh perasaan,kok. saya hanya berfikir bahwa perubahan yang diinginkan tidak lain adalah untuk kebaikan saya sendiri. dan untuk apa ia berusaha keras membantu saya,menyadarkan bahwa selama ini saya berada pada rel berfikir yang kurang tepat.
"kritik itu tidak pernah menjatuhkan,justru menguatkan. hanya saja terasa sakit,sedikit."
terimakasih telah mengingatkan saya.
i'm so grateful i found u in my life. u save me from bad future,i think
good night,
xoxoxo
No comments:
Post a Comment